LIPI Ditetapkan Sebagai Wali Data Ekosistem Terumbu Karang Dan Padang Lamun


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi ditetapkan sebagai Wali Data untuk bidang Ekosistem Terumbu Karang dan Ekosistem Padang Lamun. Ketetapan ini berdasarkan Keputusan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 54/2015 pada 22 Desember 2105 tentang Wali Data Informasi Geospasial Tematik. Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang menyimpan potensi sangat besar di bidang kelautan. Data dan informasi maritim yang akurat sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi kelautan yang ada.
Pusat Penelitian Oseanografi yang diamanahkan sebagai wali data harus mampu mengelola data dan informasi kelautan ini secara baik untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Hal itu dikemukakan Iskandar saat memberikan sambutan dalam acara penetapan LIPI sebagai wali data pekan lalu di auditorium LIPI Pusat, Jakarta (11/02/2016).
Lebih lanjut dikatakan, hingga kini data dan informasi mengenai sektor maritim di Indonesia masih sangat sedikit, meskipun banyak institusi pemerintah maupun swasta yang bergerak pada sektor tersebut. LIPI sebagai pemegang otoritas keilmuan (scientific authority) memiliki peranan yang besar terhadap penyediaan data dan informasi tentang status dan kondisi biota serta ekosistemnya yang ada di daratan dan lautan Indonesia.
Khusus untuk kelautan, LIPI memiliki Pusat Penelitian Oseanografi yang berdiri sejak 1905. Selama 111 tahun telah melakukan riset dan menyimpan data kemaritiman, salah satunya terkait dengan terumbu karang (coral reefs) dan padang lamun (seagrass beds).
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah mengatakan bahwa Pusat Penelitian Oseanografi LIPI memiliki pengalaman yang cukup panjang dan terlibat intensif dalam beberapa kegiatan pengelolaan ekosistem pesisir, seperti ekosistem terumbu karang sejak 1993 sampai sekarang. “Informasi tentang status dan kondisi biota dan ekosistemnya itu harus disampaikan kepada masyarakat secara periodik,” katanya.
Menurutnya, tugas dan fungsi LIPI sebagai “scientific authority” sejalan dengan program nasional “One Map Policy” yang diusung oleh Badan Informasi Geospasial yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan pengelolaan informasi geospasial di Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 94/2011. Dengan data dan informasi yang dimiliki, LIPI diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan di sektor maritim.
Peneliti terumbu karang, Suharsono, mengungkapkan status kondisi terumbu karang pada 2015 yang diambil dari 93 daerah dan 1.259 lokasi adalah 5 persen dalam kondisi sangat baik, 27,01 persen dalam kondisi baik, sebanyak 37,97 persen dalam kondisi sedang, dan sebanyak 30,02 persen dalam kondisi buruk. “Kekayaan jenis karang di Indonesia yang tercatat hingga kini berjumlah 569 spesies”, demikian ungkapnya. (Meifina- Pranata Humas Muda)
e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI