P2O Ekspose, Penelitian Menyentuh Masyarakat


Pusat Penelitian Oseanografi–LIPI kembali menggelar ekspose hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan selama tahun 2014 (9/12/14). Kegiatan yang bertajuk “Ekspose Hasil-hasil Penelitian Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI 2014” ini merupakan yang kedua kali digelar sejak tahun 2013. Ekspose berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh para peneliti dan peserta dari beberapa instansi pemerintah antara lain Dishidros, P4KSI, KKP, Pemda DKI Jakarta, Litbang Prov. Bengkulu, Pemda Kabupaten Probolinggo dan lain-lain. Stakeholder dari Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Probolinggo turut diundang pada acara ini karena sebagian besar hasil penelitian tahun 2014 dilakukan di kedua daerah tersebut.
“Ada 13 makalah yang dipresentasikan pada ekspose kali ini. Ketigabelas makalah tersebut terdiri atas 8 program penelitian tematik, 3 program IPTEKDA, 1 program kerjasama dan 1 COREMAP”, ungkap ketua panitia, Muswerry Muchtar ketika menyampaikan laporannya. Kepala Puslit Oseanografi-LIPI Dr. Zainal Arifin mengharapkan agar pemaparan hasil penelitian lebih ditekankan pada aspek kemanfaatannya pada masyarakat. “Jadi jangan seperti presentasi seminar penelitian”, ujar Zainal. Hal ini terkait dengan kebijakan makro penelitian saat ini yakni science for community. Beliau juga menyinggung soal isu pemotongan anggaran penelitian. “Ke depan dana banyak dialihkan pada kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat” kata Zainal mengingatkan.
Sebuah buku karya Puslit Oseanografi-LIPI yang masih berbentuk draft dengan judul “Peran Puslit Oseanografi LIPI dalam Pembangunan IPTEK Kelautan Tahun 2010-2014” ditampilkan. Buku ini merupakan kompilasi hasil-hasil penelitian yang dilakukan para peneliti Puslit Oseanografi-LIPI dan UPT-UPT dalam rentang 2010-2014. Koordinator penyusun buku, Dwi Eny Djoko menjelaskan bahwa sesuai rencana implementasi Puslit Oseanografi-LIPI tahun 2010-2014, penelitian dalam periode ini mencakup tema–tema keanekaragaman sumber daya laut, perlindungan dan kesehatan lingkungan laut, budidaya dan bioprospeksi laut, serta peran laut dalam perubahan iklim. “Keberhasilan penelitian Puslit Oseanografi-LIPI tidak terlepas dari berbagai fasilitas yang dimiliki mulai dari perpustakaan, 2 kapal riset Baruna Jaya 7 dan 8, laboratorium penelitian, hingga ruang penyimpanan sampel biota Reference Collection. Selain itu, sepanjang tahun 2010-2014 Puslit Oseanografi-LIPI telah menjalin kerjasama dengan berbagai negara seperti Jepang, Tiongkok, Hongkong, Korea dan Amerika Serikat. Setiap tahun para peneliti Puslit Oseanografi-LIPI menghasilkan sekitar 50 karya tulis ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional dan internasional” terang Dwi Eny.
Sebanyak 12 makalah hasil penelitian dipaparkan dalam dua hari ekspose tersebut. Salah satu paparan riset yang cukup menarik perhatian adalah tentang rekruitmen ikan sidat di Muara Sungai Air Manna yang disampaikan oleh Peneliti Hagi Yulia Sugeha. Berdasarkan hasil penelitiannya, Hagi mendapati 7 spesies sidat yang rekruit ke Air Manna, jauh lebih banyak dari perkiraan sebelumnya yang hanya 2 atau 3 spesies. Diduga glass eel sidat tersebut sebagian besar berasal dari bagian barat Samudera Hindia dan sebagian kecil Samudera Pasifik. Hal ini berkaitan dengan pertemuan dua arus laut di perairan sekitar Bengkulu yakni Ocean Equatorial Counter Current dan South Pacific Ocean Counter Current. Rekruitmen terjadi setiap bulan dengan puncaknya pada Bulan April dan Oktober. “Rekruitmen sidat lebih banyak dipengaruhi pasang-surut dibanding kekeruhan, suhu, dan salinitas”, demikian ungkapnya. Ada juga kajian lokasi budidaya dan restoking di Kabupaten Kaur-Bengkulu yang dipaparkan oleh peneliti Indarto. Hasil kajiannya disimpulkan bahwa berdasarkan analisis berbagai parameter, Perairan Linau cocok menjadi lokasi budidaya laut, sedangkan Sekunyit direkomendasikan menjadi lokasi penebaran induk sebagai suplai bibit untuk budidaya.
Sementara itu, proyek kegiatan IPTEKDA yang digawangi oleh Edy Yusron, Safar Dody, dan Dwi Eny Djoko. Edy Yusron dengan topik makalahnya pembesaran teripang pasir secara alami memaparkan keberhasilan timnya membina kelompok masyarakat di Bengkulu menjadi pembudidaya teripang pasir. Sedangkan Dwi Eny Djoko memaparkan panjang lebar tentang usaha pembenihan abalon tropis yang dirintis sejak ia masih di Ambon. Fokus pembenihan pada program IPTEKDA ini adalah pembenihan di kepulauan Seribu. Namun, karena sarana laboratorium UPT Pulau Pari dan keramba apung di Pulau Kelapa tidak memungkinkan untuk dilakukan pemijahan abalon, pengadaan benih abalon masih bekerjasama dengan BBPPBL Gondol Bali. “Saat ini tersedia 3.000 ekor benih berukuran 1 cm dan 2.000 ekor lain berukuran 2-3 cm yang dipelihara di Laboratorium Marikultur Puslit Oseanografi. Sebagian besar akan dilepas ke Perairan Bengkulu dan sebagian dipelihara di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu”, ungkap Dwi Eny. Dalam penelitian ini, Dwi Eny juga mengenalkan metode baru pengangkutan benih abalon tanpa air.
Peneliti lainnya, M. Adrim mengungkapkan ikan pari yang berukuran besar (berumur tua) mengandung kadar logam berat yang melebihi ambang batas yang diperbolehkan untuk konsumsi. Kadar logam berat pada hati lebih tinggi daripada pada daging. Karenanya ikan pari dari Teluk Jakarta tidak disarankan untuk dikonsumsi. Abdullah Rasyid memaparkan hasil penelitian timnya tentang pengembangan makanan kesehatan dari teripang. Timnya sudah berhasil membuat prototipe makanan kesehatan dalam bentuk kapsul dan sirup.
Topik yang menarik disampaikan oleh Afdal dengan judul makalah “Potensi Serapan Karbon di Kawasan Pesisir Pulau Bintan”. Penelitian terkait isu pemanasan global semacam ini tengah menjadi trend di kalangan ilmuwan dunia saat ini. Hasil penelitiannya disimpulkan bahwa Pulau Bintan memiliki potensi yang besar dalam menyerap dan menyimpan karbon terutama ekosistem mangrove dan lamun. Oleh karenanya, keberadaan ekosistem ini perlu dipertahankan karena berperan besar dalam pengurangan emisi karbon atmosfer yang merupakan salah satu pemicu global warming dan climate change. (Wanwan Kurniawan)
e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI