LIPI Lepasekspedisi Widya Nusantara 2014


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melepas Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) 2014. Ekspedisi akan menyusuri Laut Sulawesi dan Perairan Timur Indonesia. Ekspedisi ini diadakan untuk memajukan ilmu pengetahuan di bidang kelautan serta menggali potensi laut yang dimiliki oleh Indonesia.
“Dengan kekayaan laut yang ada, Indonesia semestinya bisa menjadi poros maritime dunia. Namun, itu bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan kerja keras, profesionalisme, dan komitmen dari semua pihak penggiat iptek kelautan,” demikian dikatakan Menristek dan Dikti, Muhammad Nasir dalam acara pelepasan Ekspedisi Widya Nusantara 2014 Jumat (14/11/14), di Pelabuhan Perikanan Nizam Zaman, Muara Baru, Jakarta Utara.
Menurut Muhammad Nasir, kegiatan EWIN merupakan langkah tepat karena selain untuk mengembangkan ilmu kelautan, kegiatan ekspedisi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menguak potensi sumber daya kelautan.
“EWIN bias menjadi langkah untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritime karena ekspedisi mengungkap potensi kekayaan sumber daya yang terkandung di laut, pantai, dan pulau-pulau kecil yang selama ini belum ada atau sangat minim informasinya,” ujar Muhammad Nasir
Turut hadir dalam pelepasan ekpedisi, Kepala LIPI Iskandar Zulkarnaen. Dalam sambutannya Kepala LIPI Iskandar Zulkarnaen menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengungkap potensi perairan Indonesia timur yang sangat kaya.“Ekspedisi ini diharapkan akan menunjang dan memperkuat visi kemaritiman Indonesia”, demikian ungkapnya.
Iskandar mengatakan bahwa keberadaan Indonesia yang diapit dua Samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, menyimpan potensi pemanfaatan di berbagai bidang kehidupan manusia yang hingga kini masih belum banyak dimanfaatkan.
Dijelaskan juga bahwaperairan Indonesia yang dikenal sebagai penghubung dua samudera dan menjadi satu-satunya pintu bagi dua samudera di daerah tropis memainkan peranan penting bagi sirkulasi lautan global. Banyak sekali potensi yang sangat kaya akanoksigen, zathara, serta berperan penting dalam distribusi dan migrasi biota laut di perairan Indonesia.
Menurut Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Zainal Arifin, ekspedisi ini memiliki dua tujuan utama. Salah satunya adalah mengungkapkan potensi perairan laut Sulawesi yang belum banyak terjamah penelitian laut dalam Indonesia, sehingga informasi ilmiah mengenai karakteristik laut ini masih tergolong langka.
EWIN 2014 merupakan bagian dari penyelenggaraan Hari Nusantara 2014 yang akan dilaksanakan di Kota Baru, Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan pada 13 Desember 2014 Kapal Baruna Jaya VIII akan mengikuti Parade Kapal pada acara peringatan Hari Nusantara tersebut.
EWIN 2014 akan berlangsung selama 34 hari menggunakan kapal Kapal Riset Baruna Jaya VIII milik LIPI, yang berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nizam Zaman, MuaraBaru, Jakarta, pada tanggal 14 November 2014.
Ekspedisi ini melibatkan 41 orang peneliti dan mahasiswa yang berasal dari dalam dan luar negri. Lembaga Penelitian dan Universitas yang terlibat dalam ekspedisi ini antara lain berasal dari Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI, Pusat Penelitian Geoteknologi – LIPI, Pusat Penelitian Biologi – LIPI, UPT Loka Konservasi Biota Laut Bitung – LIPI, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Instiut Teknologi Bandung (ITB) dan Korean Institute of Ocean Science and technology (KIOST) sebanyak 1 orang.
Meifina
Pranata Humas P2O
e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI