Peneliti Puslit Oseanografi-LIPI Temukan Species Baru Ikan Pari Tutul


Dr.Irma Shita Arliza, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI telah menemukan species baru ikan pari tutul. Penemuan varietas baru ikan pari tutul kecil ini  diungkapkannya saat acara jumpa pers di kantor LIPI, Gatot Subroto pada hari Kamis, 3 April 2015.

Menurut Irma, pari ini banyak ditangkap untuk digunakan dalam pengobatan tradisional Cina dan makanan olahan. Selain itu, masyarakat Asia dan Eropa menjadi  pasar yang bagus untuk penjualan hasil perburuan. Ikan ini memiliki nilai ekonomis penting. Kulitnya dapat digunakan untuk tas, sepatu dan dompet. Harga kulit pari cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis ikan lain. Untuk kulit mentah yang belum diolah berukuran 10 – 15 cm harganya berkisar  100 ribu

Irma mengatakan bahwa pari digemari masyarakat Prancis sebagai makanan. Ikan pari ini memiliki multi manfaat. Jeroan ikan pari misalnya, dapat digunakan untuk pakan lele dumbo. Ekornya biasa dipakai untuk pecut cambuk di acara tradisional masyarakat di Lombok Tengah. Sedangkan Tulang rawannya dapat dikonsumsi seperti sop seperti sop sirip ikan hiu.

Pari tutul kecil yang dalam Bahasa Inggris disebut "Fine spotted whipray" berukuran besar dengan lebar hingga sekitar 1,5 meter. Jenis ini dapat ditemukan di kawasan perairan Selatan Sunda, Singaraja, Bali Utara, dan perairan Selatan Jawa. Jenis ikan pari di Indonesia sebagian besar berjenis macan karena kulitnya bertutul.

Meifina,S.Sos

Pranata Humas Muda
e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI