Krustasea menjanjikan Secuil Surga Biota Laut di Kawasan Garis Wallace Lombok


Jakarta, Humas LIPI. Balai Bio Industri Laut (BBIL) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lokasi di Pulau Lombok, telah melakukan riset dan pengembangan, serta penerapan tekhnologi budidaya dari berbagai biota laut yang memiliki prospek ekonomi. “Biota laut tersebut diantaranya, sotong, tiram mutiara, teripang hitam, abalon tropis, siput mata bulan, teripang pasir, dan lobster karang. Beberapa hasil kajian budidaya biota laut tersebut, telah siap dimanfaatkan dan dikembangkan di masyarakat,” jelas Ocky Karna Radjasa, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI dalam sambutannya pada Webinar Series II dengan tema “Biodiversitas dan Kekayaan Hayati Laut Pulau Lombok” pada Selasa (24/8).

Menurut penjlasan Kepala BBIL LIPI, Ratih Pangestuti mengungkapkan, webinar ini merupakan salah satu Langkah BBIL LIPI untuk mewujudkan tiga pilar ilmu pengetahuan yakni, science for science, science for scientific community, dan science for stakeholder. “Dengan harapan penelitian ini dapat berkontribusi untuk masyarakat luas. Dan webinar ini akan menyampaikan biodiversitas krustasea dari secuil surga dari Kawasan Garis Wallace tepatnya di Kawasan Lombok,” paparnya. Mengingat, kawasan ini merupakan kawasan yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati baik itu terestial maupun lautan, namun belum banyak yang diungkapkan.

Sementara, Peneliti utama bidang taksonomi di BBIL LIPI, Dwi Listyo Rahayu, yang fokus dalam penelitian krustasea khususnya kepiting dan kelomang, mengungkapkan, krustasea merupakan salah satu grup yang besar dan beragam dari kelompok invertebrata atau binatang tidak bertulang belakang. “Krustasea mudah dikenali dari tubuhnya yang beruas dan bersendi. Setiap sendi dihubungkan oleh otot sehingga mudah bergerak, dan mempunyai tulang luar atau exoskeleton atau karapas yang dibentuk oleh chitin atau zat kapur,” ungkapnya. Tercatat, jumlah krustasea diperkirakan lebih dari 60 ribu jenis didunia, ditemukan hidup di kolom air atau pelagic atau didasar atau benthic, di berbagai habitat yaitu di darat seperti dataran rendah maupun pegunungan, air tawar, payau atau air laut, dari daerah pasang surut sampai laut dalam, serta tersebar dari ekuator sampai kutub

Berikut daftar jenis-jenis baru krustasea yang ditemukan Listyo di perairan Lombok, berdasar pada tahun penemuannya: (1). 1999, pantai Kuta, Lombok Tengah:Clibanarius rubroviria Rahayu,; (2). 2012: Kecinan, Pandanan, Sira, Lombok Utara : Diogenes takedai Rahayu; Indopinnixa kasijani; Sira, Lombok Utara: I. moosai; Thecaplax capillosa Ng & Rahayu; (3). 2014, hamper semua pantai di Lombok Utara dan Lombok Barat; Typhlocarcinops hirtus Ng & Rahayu; (4). 2017, Kuta, Lombok Tengah: Amphipoda; (5). 2018, Lombok Utara dan Lombok Barat: Mariaplax aspera Ng & Rahayu; (6). 2019, Kecinan Lombok Utara: Notonyx guinotae, Sira, Kuta dan Sekotong: Ericiolumnus symbioticus Ng & Rahayu; (7). 2020 ditemukan di Teluk Kodek, Lombok Utara; Notonyx castroi Rahayu & Ng.

“Sementara untuk penemuan kembali atau rediscovery ada empat spesies yakni, Ilyoplax integra, Coecopilumnus hirsutus, Selwynia sibogae, dan Raoulia limosa,” ungkap Listyo.

Dijelaskan Listyo, studi tentang keanekaragaman jenis biota laut diperlukan untuk mengetahui kekayaan alam dan potensi kegunaannya. “selain itu, pengetahuan tentang biologi, tempat hidup, dan tingkah laku biota laut sangat berguna untuk merencanakan pengelolaan wilayah tempat hidupnya,” pungkasnya.(sf/ Ed: mtr)

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI