Penghargaan LIPI Sarwono Award XIX, Kiprah dan Peran Dalam Bidang Taksonomi: “Kelomang dan Kepiting”


Jakarta, Humas LIPI. Hari ini, 23 Agustus 2021, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) genap berusia 54 tahun dalam kiprahnya melaksanakan tugas bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam peringatan ini, LIPI turut memberikan apresiasi kepada peneliti berprestasi dalam forum ilmiah LIPI Sarwono Award XIX, penghargaan tersebut diberikan kepada dua tokoh ilmuwan dalam bidang nya masing-masing. Dan salah satunya diberikan kepada Dwi Listyo Rahayu, peneliti bidang Taksonomi pada Balai Bio Industri Laut Mataram, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Dalam sambutannya, Yoyo mengucapkan terima kasih untuk apresiasi atas bidangnya, taksonomi. “Saya merasa terhormat karena terpilih sebagai penerima LIPI Sarwono Award XIX. Hal ini menunjukkan bahwa bidang taksonomi memperoleh perhatian dari pemerintah. Dari pemberian penghargaan ini, saya berharap akan ada peneliti muda untuk meneruskan dan menekuni bidang tersebut,” paparnya dalam sambutan LIPI Sarwono Award XIX yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom meeting dan YouTube LIPI pada Senin (23/8).

Sejak tahun 1986, Yoyo, sapaan akrabnya, berkiprah menekuni marine biodiversity dengan mempelajari taksonomi morfologi krustasea, khususnya kelomang dan kepiting. Dari penelitiannya tersebut, dirinya berhasil mendiskripsikan kelomang (hermit crab) sebanyak empat genus dan 74 spesies, dan kepiting (crab) sebanyak enam genus dan 76 spesies. Penelitian taksonomi ini tidak hanya mengidentifikasi biota, memberi nama, tetapi mengamati bentuk, warna, corak, dan bagian-bagian tubuh biota yang saya teliti serta kemudian mengklasifikasikannya, tetapi juga harus memperhatikan tempat, cara, peran dan kegunaan dalam kehidupanya. Di tahun 2020, dirinya berhasil menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan wilayah timur Indonesia.Di tahun 2020, dirinya berhasil menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan wilayah timur Indonesia.Selain itu, Yoyo berhasil merilis 93 publikasi ilmiah dengan mendeskripsikan kelomang dan kepiting selama menjadi peneliti, ucapnya.

Alasan Yoyo memilih krustasea, karena kelompok ini merupakan kelompok biota laut dominan kedua setelah moluska. “Kalau saya lihat kala itu, waktu saya kuliah di Universite Pierre & Marie Curie, Paris VI, Paris, kelomang ternyata menarik sekali, unik, dan tidak banyak yang mengerjakan apalagi dari Indonesia. Publikasinya pun hampir tidak ada. Kemudian, kelomang juga mempunyai fungsi di alam dan jenisnya sangat banyak, jadi peluang untuk mengerjakan penelitian ini sangat besar,” jelas wanita yang mendapat gelar doktoralnya di Science de la Vie, Universite Pierre & Marie Curie, Paris VI, Paris pada tahun 1988–1992, dan berbagai penghargaan telah diraihnya.

Menurut wanita kelahiran Mojokerto 31 Juli 1957 ini, jumlah taksonomi di dunia tidak banyak, sehingga ketika taksonom sudah mempublikasikan hasil risetnya dalam jurnal ilmiah internasional, maka undangan untuk berpartisipasi dalam penelitian dan ekspedisi internasional akan banyak diterima. “Namun sayangnya, taksonomi morfologi merupakan ilmu dasar biologi yang klasik dan out of date, sehingga para penelitinya umumnya sudah senior dan sedikit. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan saat ini, dukungan biologi molekuler juga dibutuhkan, untuk itu diperlukan kerja sama”, tuturnya.

Di akhir paparan, Yoyo ingin mengajak semua untuk menjaga lingkungan sesuai kemampuan masing-masing. Sehingga, keberlanjutan sumber daya laut sebagai sumber kehidupan di masa mendatang tetap terjaga. “Biodiversitas harus kita jaga, karena dalam waktu bersamaan kita dapat mempelajari bagaimana memanfaatkannya sesuai kebutuhan manusia”. Sebagai contoh spesies kepiting kelapa, yang termasuk dalam kelomang yang dapat dijadikan peliharaan dalam akuarium. Jika kita mampu membudidayakannya akan menjadi prospek ekonomi yang besar. Masalahnya, sekarang spesies ini masuk dalam daftar The International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species atau IUCN Red List, karena siklus hidupnya belum diketahui secara tuntas, tutup Yoyo (sf/ed:suhe)

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI