Studi Perairan Pantai dan Lepas Pantai, Sumber Kekayaan Spesies Laut Indonesia


Jakarta. Humas LIPI. Kepulauan Indonesia terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, terdiri lebih dari 17.000 pulau dengan garis pantai 108.920 km. Sekitar 78 persen wilayah Indonesia (6.400.000 km2) ditutupi oleh perairan dangkal di bagian barat dan timur. Lempeng Sunda dipisahkan oleh laut dalam seperti Laut Sulawesi dan Maluku di Utara dan Laut Bali serta Laut Flores di Selatan.

Indonesia memiliki habitat laut yang paling beragam dan telah lama dianggap memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. “Kekayaan spesies laut akibat pembentukan pulau mengakibatkan keanekaragaman habitat dan ekosistem, serta adanya aliran air. Sebagai keanekaragaman Hayati Laut, tiga spesies yang dominan ada di Indonesia (berdasarkan hasil penelitian dari beberapa penulis), yaitu: Crustacea: 1.882 spesies; Moluska: 1.023 spesies; dan Pisces 4.311 spesies” tutur Peneliti Balai Bio Industri Laut LIPI,  Dwi Listyo Rahayu, dalam webinar “International Symposium on Coastal and Marine Biodiversity (ISCOMBIO) 2020”, pada kamis (17/9) lalu.

Listyo menerangkan bahwa lingkungan laut Indonesia terbagi  menjadi dua komponen, yaitu Perairan Pantai dan Perairan Lepas Pantai. “Pada dua tempat inilah yang merupakan sumber kekayaan spesies laut Indonesia”, ungkap Listyo. Dirinya menguraikan aneka spesies yang ada di Perairan Pantai diantaranya: invertebrata, gastropoda, bivalvia, krustasea, polychaeta, sipunculid, krustasea. Dilaporkan lagi ada 55 spesies mangrove dari Indonesia.  

Keanekaragaman spesies di mangrove setinggi terumbu karang, meskipun fakta ini biasanya kurang dikenal karena fauna di mangrove kurang dipelajari dibandingkan dengan terumbu karang. “Antara tahun 2000 - 2020, hutan bakau di Timika, telah ditemukan 21 spesies baru kepiting dan umang-umang”, ungkap Listyo.

“Beberapa spesies baru dari Indonesia yang ditemukan antara lain: Himantura Tutul, Trimma Putrai, Latimeria Menadoensis, Cymatognathus Aureolateralis, Hexapinus Simplex, Diogenes Takedai”.

Sekanjutnya, Listyo menerangkan Perairan Lepas Pantai,  kedalaman kurang dari 200m dianggap dangkal sedangkan lebih dari 200m adalah perairan dalam. Eksplorasi air ini tidak mudah dilakukan, karena dibutuhkan kapal dengan peralatan khusus. Dalam lima puluh tahun terakhir telah dilakukan beberapa ekspedisi laut dalam di perairan Indonesia, antara lain CORINDON, KARUBAR, EWIN (Ekspedisi Widya Nusantara Indonesia), dan  ekspedisi SIADES pada 2018. “Jumlah spesies laut menurun dengan kedalaman, puncak berkisar 300 - 4.700m. Eksplorasi di laut dalam memungkinkan penemuan spesies baru yang belum pernah di deskripsikan sebelumnya”, paparnya.

Listyo memaparkan bahwa “Eksplorasi Deepsea telah dilakukan mulai dari Ekspedisi Karubar pada 1991 menjelajahi Laut Arafura arouns Kei, Aru dan Pulau Tanimbar telah menghasilkan penemuan 79 spesies baru dan beberapa genera invertebrata baru. Spesimen kelompok taksonomi lain seperti echinodermata dan ikan dari ekspedisi ini masih harus dipelajari.

“Baru-baru ini South Java Deep Sea Expedition (SJADES), ekspedisi kerjasama antara P2O LIPI dan National University of Singapore (Lee Kong Chian Museum Natural History and Tropical Marine Science Institue) dilakukan di Jawa Selatan. 63 stasiun dieksplorasi, pada kedalaman: 100 hingga 2.355 m; empat peralatan dikerahkan. Hasil: Terkumpul 12.000 spesimen, terdiri dari sekitar 800 spesies. Sepuluh spesies baru telah dijelaskan dan dipublikasikan” papar Listyo.

Sebagai akhir paparannya, Listyo menekankan pada eksplorasi keanekaragaman hayati laut perlu dikembangkan, dan kesempatan untuk mendeskripsikan spesies baru sangat besar. “Tantangannya: Menjalankan ekspedisi diperlukan kapal dan peralatan yang canggih; Untuk menjadi ahli taksonomi suatu takson membutuhkan waktu yang lama; Studi genetik dapat digunakan untuk mendukung ahli taksonomi”, tutup Listyo. (dsa/ed:mtr)

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI