Pengembangan Perangkat Monitoring dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Indonesia


Jakarta, Humas LIPI. Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia dengan variasi habitat dan keragamanan hayati yang melimpah. Total lahan mangrove di Indonesia adalah 3.112.989 hektare atau  22,6  persen  dari total ekosistem mangrove di dunia yang seluas 13.760.000 hektare. “Mangrove yang sehat memiliki kontribusi besar dalam aspek ekonomi sosial masyarakat sekitarnya, serta berperan melindungi wilayah pesisir dari bencana alam laut,” ungkap Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Augy Syahailatua.

Bekerja sama dengan COREMAP-CTI, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI telah melakukan pemantauan bakau di lebih dari 40 lokasi di Indonesia. “Hasil penelitian menghasilkan ribuan kumpulan data struktur komunitas mangrove dari berbagai habitat yang kemudian digunakan untuk mengembangkan perangkat pemantau mangrove MONMANG dan menyusun buku indeks kesehatan mangrove MHI atau Mangrove Health Index,” jelas Augy.

MONMANG adalah aplikasi berbasis Android pada ponsel pintar untuk melakukan input data dan analisis langsung dari situs lapangan saat melakukan monitoring. Aplikasi ini menyediakan parameter struktur komunitas seperti kepadatan, ukuran morfologi, frekuensi, dominasi dan indeks kesehatan mangrove. “MONMANG dapat memudahkan pengukuran kanopi dan dapat menfasilitasi ekspor data ke spreadsheet,” jelas peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, I Wayan Eka Dharmawan.

Eka menjelaskan, LIPI telah mengumpulkan ribuan dataset komunitas mangrove dari berbagai habitat. “Dataset ini ukuran satuannya per plot. Per plotnya kita mempunyai lebih dari 1300 plot,” ungkap Wayan.

Dirinya menjelaskan, selama ini yang menjadi kendala adalah keterbatasan waktu dan tenaga untuk menjangkau luas area, jumlah habitat, jumlah plot, dan keterwakilan data. “MONMANG dapat meringkas semuanya termasuk menghitung persentase luasan kanopi ketika survey tersebut sedang dilakukan,” ujar Eka.

Sementara buku indeks MHI (Mangrove Health Index) dibangun berdasarkan tiga parameter struktur tegakan hutan mangrove, yaitu kerapatan kanopi (%), rata-rata diameter batang pohon (cm) dan jumlah tegakan tiang atau pohon mangrove yang berukuran kecil (diameter batang < 5 cm). Indeks ini dapat menggambarkan stasus kesehatan mangrove, baik dari sisi vegetasi dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya sehingga dapat membantu pengelola ekosistem mangrove dalam menentukan aksi-aksi pengelolaan.

Eka menjelaskan, dengan data sebanyak ini, cukup mampu mengembangkan perangkat kondisi kesehatan mangrove. “Namun kamu tidak ingin berhenti sampai disitu. Kami ingin data tersebut bisa dimanfaatkan secara nasional juga publikasi internasional,” tutup Eka. (dsa, iz/ed: mtr, fz)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI