Peran Konten Kreator Dalam Pengembangan Edukasi Berbasis Riset


Jakarta. Humas LIPI. Konten Edukasi pada situasi pandemi COVID-19 ini bagi para siswa semakin dibutuhkan untuk kesinambungan pembelajaran dalam memenuhi  kurikulum pendidikannya. Salah satu yang diandalkan adalah media daring melalui platform media sosial seperti youtube, instagram, facebook dan lainnya. “Untuk menyediakan konten tersebut dibutuhkan profesi  ‘Konten Kreator’ yang kreatif dalam membuat suatu konten, baik berupa tulisan, gambar, video, suara, ataupun gabungan dari dua atau lebih materi”, jelas A’an Johan Wahyudi, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, yang disampaikan secara daring pada, Sabtu (27/6) lalu.

Untuk mewujudkannya, Akademi Edukreator, yang dimotori  oleh Kok Bisa’; YouTube Learning; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah membuat suatu gerakan untuk membanjiri internet dengan video-video edukasi berkualitas yang dapat menginspirasi, melatih, dan mempertemukan para anak muda, guru, profesional dari seluruh Indonesia dengan para ilmuwan, pakar, seniman, tokoh masyarakat demi tujuan terlahirnya konten edukasi di berbagai bidang baik akademis dan non-akademis.

Lebih lanjut A’an mengatakan, para konten kreator edukasi diharapkan dapat belajar bagaimana menggali informasi melalui studi pustaka, riset dasar dan lainnya untuk kemudian menampilkan suatu konten atau materi berbasis fakta, tidak bias, dan merujuk sumber yang kredibel selayaknya para peneliti. “ Terlebih tujuannya adalah untuk menyampaikan edukasi kepada  publik”, sebut A’an.   

Memulai menjadi seorang konten kreator, A’an mengatakan  bisa dilakukan oleh siapapun dengan bekal melakukan riset. “ Berbekal dasar dari riset merupakan  naluri kreator  untuk memenuhi rasa keingin tahuan, merumuskan riset dengan menerapkan S.M.A.R.T (specific, measurable, achieveable,  realistic, dan timely) agar efektif”, tuturnya. Dirinya memperjelas kriteria para kreator umumnya  akan makin bersemangat untuk membuat konten dari hasil riset atau proses riset itu sendiri.

A’an juga mengingatkan bagi para konten edukreator untuk mengenal sumber terpercaya dalam membuat konten. Bedakan antara sains dan pseudosains”, sebutnya.  Disarankan bagi para kreator untuk membaca jurnal ilmiah, website atau bertanya kepada pakarnya langsung untuk mendapatkan bahan konten yang terpercaya,dibandingkan dengan membaca blog atau personal website. (sys/ed.mtr)

 

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI