Pelaksanaan Penelitian Demand Driven Research Fund 2019 Resmi Dimulai


Empat lembaga pemerintah (Pusat Penelitian Geoteknologi – LIPI, Pusat Penelitian Fisika – LIPI, Loka Penelitian Teknologi Bersih – LIPI, dan Pusat Riset Kelautan – KKP); tiga perguruan tinggi (Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Bengkulu), serta satu lembaga swadaya masyarakat (Yayasan Karya Muda Belitung) telah menandatangani kontrak kinerja dengan Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI sebagai pelaksana kegiatan penelitian Demand Driven Research Fund (DDRF) periode 2019 pada hari Senin 25 Maret 2019.

Sebelum penandatanganan kontrak, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI, Dr. Dirhamsyah, menekankan dua hal penting dalam pelaksanaan kegiatan DDRF tahun ini, yaitu: kualitas output penelitian dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Bank Dunia sebagai pemberi dana hibah telah mengapresiasi kegiatan DDRF periode 2018, terutama program penelitian di Pulau Bintan. Untuk itu, pada tahun ini, kualitas output penelitian DDRF perlu ditingkatkan lagi, baik yang berupa karya ilmiah, paten, produk, maupun naskah kebijakan.

Koordinator Kegiatan DDRF, Dr. A’an Johan Wahyudi, menyampaikan bahwa pada tahun ini, 194 proposal telah diterima oleh tim sekretariat dari seluruh Indonesia. Seleksi proposal berlangsung ketat yang meliputi seleksi administrasi dan substansi kegiatan, sehingga hanya menyisakan sebelas proposal yang berasal dari lembaga di atas. Proposal ini kemudian dinyatakan lolos dan layak didanai melalui program DDRF. Topik penelitian yang diusung juga lebih bervariasi dibandingkan tahun lalu, meliputi: pengelolaan sumber daya pesisir, konservasi ekosistem pesisir, perubahan iklim dan pencemaran pesisir, dan harmonisasi kebijakan kelautan Indonesia.

Demand Driven Research Fund (DDRF) merupakan kerangka riset yang mengangkat tema dan topik tertentu sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pemangku kepentingan maupun masyarakat. Demand-driven research berkaitan erat dengan upaya penyelesaian masalah atau kebutuhan (problem-based research). Proyeksi kebutuhan riset jangka menengah (foresight) sekaligus kebutuhan strategis lingkungan eksternal sangat berperan dalam menetapkan prioritas dari tema dan topik penelitian yang akan dilakukan.

Dalam rangka memenuhi tuntutan nasional dan regional terkait demand-driven research, LIPI melalui Pusat Penelitian Oseanografi dan COREMAP mengembangkan skema Demand-Driven Research sejak tahun 2018 lalu. DDRF dialokasikan untuk riset dan pengembangan berbasis pada: i) kebutuhan nasional untuk menjawab permasalahan bangsa (misal: pangan, energi, pengelolaan wilayah dan sumber daya berkelanjutan); ii) arah dan tren riset global dan regional pada sektor kelautan; iii) isu spesifik regional dan global (isu terkait SDG 13 dan 14). Hasil riset dengan skema DDRG diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan saintifik (advancing scientific knowledge) sekaligus menjadi dasar kebijakan (scientific-based policy)

 

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI