Kontribusi LIPI Untuk Gempa Lombok


Selama lebih kurang dari dua minggu lalu, Lombok diguncang gempa bumi, yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan hancurnya ribuan bangunan. Gempa kedua dengan kekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018, memperparah keadaan dan menimbulkan kepanikan bagi warga masyarakat setempat. Munculnya informasi hoax akan adanya gempa susulan dan tsunami menggugah LIPI untuk turun aksi membantu permasalahan hal tersebut.

Sebagai salah satu kepedulian LIPI, pada tanggal 10 s/d 12 Agustus 2018 yang lalu, Tim LIPI telah menyelesaikan misinya menjalankan pengobatan, psiko-edukasi, sosialisasi pengetahuan tentang gempa yang terjadi di Lombok. Bermodalkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari beberapa pakar gempa bumi yaitu: Dr. Dany Hilman, Dr. Mudrik Rahmawan Daryono, Dr. Adrin Tohari (Geoteknologi LIPI), Dr.-Ing. Ir. Widjo Kongko (BPPT), Rahma Hanifa, Endra Gunawan, dan Giovanni (ITB) dalam diskusi yang dilakukan di Balai Bio Industri Laut (BBIL) LIPI Lombok, Tim LIPI mulai melaksanakan kegiatan di beberapa posko pengungsian yang berada di lingkungan posko BBIL LIPI Lombok itu sendiri, Desa Metigi, Desa Teluk Kombal, dan lokasi yang agak ke utara Lombok yaitu Desa Lading-Lading.

Aktifitas psiko-edukasi dilakukan dengan menargetkan dua kelompok sasaran yaitu sasaran pertama, kelompok dewasa mencakup Kepala Rumah Tangga dan Kelompok Ibu-Ibu. Kelompok ini dipaparkan informasi mengenai gempa yang terjadi, potensi bahaya ke depan untuk mengurangi kecemasan terhadap kemungkinan yang akan terjadi serta meminimalisir hoax yang ada. Pengetahuan tentang kesiapsiagaan serta tindakan pasca bencana yang dapat dilakukan diberikan juga pada saat sosialisasi tersebut.  Untuk sasaran kedua yaitu anak-anak dengan melakukan psiko-edukasi dengan metode mengajak bermain, belajar membaca dan mengaji serta menggambar.

Pengharapan yang sangat diinginkan masyarakat terdampak adalah secepatnya untuk kembali ke rumah masing-masing. Masyarakat terdampak yang rumahnya tidak rusak parah, berharap dapat diberikan pemahaman terhadap kemampuan melihat secara visual apakah rumahnya layak ditempati atau tidak. Selain itu, masyarakat terdampak juga meminta rekomendasi terhadap lokasi atau daerah yang aman untuk membangun tempat tinggal kembali terutama area yang struktur tanahnya aman. (dsa,humas)

 

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI