LIPI dan BMKG Kerjasama Ekspedisi Ke Samudera Hindia


Samudera Hindia memegang peran penting untuk menentukan pengendali cuaca dan iklim di dunia. Selain itu, Samudera Hindia menjadi sumberdaya hayati dan non-hayati yang sangat penting bagi masyarakat dikawasan Samudera Hindia. Indonesia berperan aktif dalam kegiatan kegiatan collaborative oceanographic and atmospheric research bersama dengan institusi ilmiah dan riset di sekitar Samudera Hindia yaitu IIOE-2 atau International Indian Ocean Expedition-2 di bawah koordinasi Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC).

"Keterlibatan secara penuh Indonesia dalam IIOE-2 sangat diperlukan,karena peneliti kita bisa berinteraksi dan berkontribusi untuk riset Samudera Hindia sekaligus mewujudkan peran Indonesia sebagai poros maritim dunia," ungkap Zainal Arifin, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI.
Program IIOE-2 akan  bermanfaat untuk masyarakat dunia karena hasil yang diperoleh merupakan komponen penting untuk layanan maritim, pengelolaan lingkungan, prediksi iklim dan ketahanan pangan dan energi.

IIOE-2 sendiri dikembangkan dengan sponsor bersama dari Scientific Committee on Oceanic Research (SCOR), Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) dan the Indian Ocean Global Ocean Observing System (IOGOOS) dengan dukungan dari program-program, seperti Integrated Marine Biogeochemistry and Ecosystem Research (IMBER) dan Sustained Indian Ocean Biogeochemistry and Ecosystem Research (SIBER).

IIOE-2  memiliki kaitan dengan Indian Ocean Panel (IOP) yang disponsori oleh Global Ocean Observing System (GOOS) dan Climate Variability and Predictability (CLIVAR), The Indian Ocean Observing System (IndOOS) Resources Forum (IRF). Selain itu IIOE-2   memanfaatkan beberapa program pemantauan pesisir dan laut terbuka di Samudera Hindia seperti Indian Ocean Observing System (IndOOS), Australia's Integrated Marine Observing System (IMOS), the Southern Ocean Observing System (SOOS).

Diungkapkan oleh Kepala UNESCO Jakarta, Prof. Dr. Shahbaz Khan, “ Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kerjasama antar negara dan dapat menjadi kajian penelitian terkait sosial ekonomi wilayah pesisir seperti ketahanan pangan dan energi di sekitar Samudera Hindia”

Tahun ini, LIPI dan BMKG menjadi tuan rumah acara Workshop International India Ocean Expedition 2. Workshop ini  didukung oleh Kemenkomar RI, Kementrian Kelautan, Kemenristekdikti dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Workshop dilaksanakan  19 - 23 Maret 2018. Diikuti oleh 50 (lima puluh) peneliti Internasional dan 53 (lima puluh tiga) peneliti  Indonesia  dari berbagai  Institusi pemerintah, lembaga riset dan universitas.

"Penguatan penelitian melalui program IOEF diharapkan dapat berdampak positif untuk kemajuan Indonesia. LIPI pun sebelumnya juga telah melakukan ekpedisi bersama BMKG yaitu Indonesia Prima.," ungkap Kepala LIPI, Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M. Agr.

Kepala Pusat Penelitian Oceanografi (P20) LIPI, Dirhamsyah pun mengungkapkan, “  Program IIOE-2 merupakan komponen penting untuk layanan maritime, pengelolaan lingkungan, prediksi iklim dan ketahanan pangan dan energi” "Riset kelautan kita perlu didorong agar dapat ditingkatkan . Pada saat ini untuk mendukung penelitian Samudeta Hindia sedang dibangun Stasiun Penelitian Sabang," ungkap  Dirhamsyah.

"Dunia, tidak hanya Indonesia harus dapat memaknai dan memanfaat laut Hindia untuk dunia, misalnya digunakan untuk penelitian, dan pelestarian kehidupan bawah laut Hindia,"ujar Dr. Arief Rachman, M.Pd, Ketua Harian Komisi Indonesia untuk Indonesia, UNESCO. Arief menambahkan dalam melakukan pemanfaatan kelautan perlu adanya kerjasama dengan para ahli, dan akademis, perusahaan hin gga masyarakat nelayan, mereka harus mengetahui apa yang dilakukan untuk menjaga laut dan peran pemerintah sangat diperlukan, "Apakah seluruh Negara di kawasan Samudera Hindia telah punya UU dan Peraturan Daerah karena saat ini telah ada kebijakan lokal, misalnya jika musim ini, kita tidak melaut."Pendidikan terkait pengetahuan dan pemahaman akan laut sangat diperlukan bagi masyarakat hingga para nelayan,"tambah Arief.

International Indian Ocean Expedition-2 (IIOE-2) merupakan program ilmiah yang melibatkan para peneliti ilmiah internasional yang secara bersama-sama melakukan penelitian di bidang Oseanografi dan atsmosfer dari lingkungan wilayah pesisir sampai dengan laut dalam waktu 5 tahun (2015-2020) untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas di samudera Hindia seperti arus laut ataupun pengaruhnya terhadap iklim dan ekosistem lautnya, seperti  diutarakan Deputi Bidang Klimatologi BMKG,  Drs. Herizal, M. Si. Kegiatan ini akan fokus pada wilayah Samudera Hindia yang memiliki manfaat ke semua Negara, mengingat iklim di Samudera Hindia sangat kompleks dan menjadi faktor terhadap kejadian cuaca ekstrim," ungkap Herizal pada saat membuka Workshop IIOE 2

 


Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI