Heboh Gempa Megathrust Selatan Jawa, Bagaimana Faktanya?


Reporter: Amri Mahbub
Editor: Amri Mahbub
Senin, 5 Maret 2018 11:49 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Potensi gempa megathrust selatan Jawa memang ada. Namun, menurut Nugroho Dwi Hananto, peneliti gempa dan kelautan dari Pusat Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, tidak ada yang bisa memprediksi kapan persisnya gempa besar akan mengguncang wilayah di sekitarnya, termasuk Jakarta.

"Hingga saat ini belum ada metode untuk memprediksi gempa secara pasti," kata pria yang juga menjabat Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslit Oseanografi tersebut, saat dihubungi, Senin, 5 Maret 2018.

Dalam sepekan kemarin, masyarakat Jakarta digemparkan oleh broadcast pesan WhatsApp berisi mengingatkan warga bersiap-siap menghadapi gempa sebesar di atas magnitudo 8 yang akan mengguncang Jakarta dalam waktu dekat. Broadcast tersebut juga menautkan link berita berisi kutipan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Baca: BMKG Imbau Masyarakat Tiru Cara Orang Jepang Hadapi Gempa

Nugroho menjelaskan, megathrust ialah sesar (patahan) yang naik dan terbentuk karena adanya zona tumbukan (subduksi) antara kerak samudra dan kerak benua. Zona megathrust di Indonesia, kata dia, memanjang dari utara di Andaman, barat Sumatera, selatan Jawa, utara Papua, dan utara Sulawesi.

"Secara statistik, 85 persen gempa bumi dihasilkan zona megathrust," ujar Nugroho. "Baik gempa besar maupun kecil."

Gempa-gempa masa lalu yang tercatat, Nugroho menjelaskan, biasanya dijadikan acuan untuk menghitung periode dan prediksi gempa masa depan. Perhitungan perkiraan gempa juga dilakukan dari rekaman data karang dan endapan sedimen.

Baca: Jepang Lindungi Benda Purbakala Dari Ancaman Gempa Bumi

"Tapi perhitungan itu hanya menjadi acuan di mana gempa selanjutnya akan terjadi, di mana ada sesar aktif, termasuk zona megathrust. Bukan untuk menghitung waktu, tanggal, bulan, dan jam berapa gempa akan terjadi," kata Nugroho.

Menurut Nugroho, prediksi gempa yang pasti tidak mungkin dilakukan dengan teknologi yang ada sekarang ini. Sebab, struktur penyebab gempa melibatkan faktor alamiah yang kompleks. Karena itu, Nugroho kembali menekankan, "Tidak ada manusia yang tahu pasti kapan gempa akan terjadi selanjutnya."

 

e - Jurnal
Sistem Informasi
Repository Publikasi Terbitan P2O - LIPI
Kolom Dr. Anugerah Nontji

Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI