Dampak Sampah Laut dan Mikroplastik Belum Banyak Diketahui


Acara Oceanography Science Week (OSW) 2018 yang digelar Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI pada hari ini membahas sejumlah topik. Selain tentang terumbu karang di Indonesia, juga menyinggung soal sampah laut dan mikroplastik. Bertema "Monster Mini di Laut Kita: Ancaman Sampah Mikroplastik terhadap Ekosistem Laut," pembahasan ini dibicarakan oleah M. Reza Cordova, M.Si selaku peneliti P20 LIPI.

Reza memaparkan bahwa kajian penelitian sampah laut dan mikroplastik di Indonesia saat ini menjadi salah satu isu penting. Area pesisir di Indonesia Barat (Aceh, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur) dan area Indonesia Timur (Bali, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara, Maluku) menunjukan jumlah mikroplastik di air laut Indonesia dalam kisaran 30-960 partikel per liter.

"Jumlah tersebut relatif sama dengan tingkat mikroplastik yang ditemukan di Samudera Pasifik dan Laut Mediterania, serta lebih rendah dibandingkan pesisir China, Pesisir California, dan Barat Laut Samudera Atlantik," kata dia, Selasa (20/2), di kantor P20 LIPI, Jakarta

Kendati relatif rendah, menurutnya, hal ini perlu diwaspadai mengingat dampak lain dari mikroplastik yang belum banyak diketahui. Oleh karena itu, P20 LIPI tengah melakukan monitoring sebaran mikroplastik dan pengaruhnya pada ekosistem laut serta dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan sampah laut.

"Mengingat penggunaan plastik yang tinggi, kami merencanakan kajian penelitian mikroplastik untuk jangka panjang yakni pengaruh mikroplastik pada biota laut, lingkungan, serta pada kesehatan manusia," tandasnya


Sumber : http://tekno.akurat.co/id-167958-read-dampak-sampah-laut-dan-mikroplastik-belum-ba


Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI