Puslit Oseanografi LIPI dan IOCAS Cina Lakukan Riset Kelautan di Kawasan Timur Indonesia


Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melepas tim riset kelautan  yang melibatkan peneliti dari Indonesia dan Cina pada pertengahan September 2017 bertempat di pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara. Fokus riset adalah Kajian Arlindo dan Implikasinya terhadap Ekosistem dan Iklim Regional di Perairan Kawasan Timur Indonesia.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui transpor massa air, struktur aliran dan variabilitas, di seluruh lokasi survey dan merekontruksi secara deret waktu data suhu, salinitas, arus, dan nutrien yang berhubungan dengan pasang surut, pencampuran internal dan variasi interannual seperti ENSO (El Nino Southern Oscilation) dan IOD (Indian Ocean Dipole Mode) dengan metode paleoceanography dari sedimen core.  Selain itu, untuk meneliti partisi transpor Arlindo yang melalui Laut Maluku, Selat Lifamatola, dan Laut Halmahera serta formasi massa air laut dalam di perairan Indonesia bagian timur termasuk juga  meneliti aspek fisik interaksi Arlindo terhadap ENSO dan IOD.

Penelitian yang berlangsung  selama 56 hari  sampai 29 Oktober 2017 itu  mengguna-kan Kapal Riset Baruna Jaya VIII milik Puslit Oseanografi LIPI. Penelitian  terbagi menjadi 3 leg. Leg pertama Jakarta-Bitung, leg kedua Bitung-Bitung dan yang ketiga Bitung-Jakarta. Lokasi penelitian di perairan Laut Sawu, Laut Sulawesi bagian timur dan Perairan Sangihe-Talaud, Samudera Pasifik (133E), Laut Maluku, perairan sekitar Lifamatola, Laut Halmahera dan bagian barat Laut Banda.

Penelitian  2017 ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian  2016.  Tahun 2016 telah dilakukan pemasangan mooring di Laut Sawu, Lifamatola, Halmahera, Maluku, Perairan Sangihe-Talaud dan Selat Makassar. Tahun 2017 dilakukan pemasangan 2 mooring baru di Laut Halmahera dan di perairan dekat P. Marore. Selain itu,  dilakukan pengangkatan 9 mooring,  pengunduhan data dan pemasangan kembali 8 mooring.  Rencananya mooring akan diangkat dan diunduh datanya pada tahun 2018. Jadi ada 11 buah stasiun mooring.

Peneliti Indonesia yang terlibat meliputi 29 orang dari Pusat Penelitian Oseanografi,  Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) beserta teknisi dan operator; 3 (tiga) dosen dari Universitas Sriwijaya (UNSRI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Security Officer (SO) dari TNI-AL. Sedangkan Peneliti dari Republik Rakyat Cina sebanyak 15 orang yaitu 13 orang dari Institute of Oceanology-Chinese Academy of Sciences (IOCAS) dan 2 (dua) orang dari Xiamen University.

(Meifina, Pranata Humas)

 


Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI

Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta 14430
Telp. 021 - 64713850
Fax. 021 - 64711948
E-mail kontak: humas.oseanografi@mail.lipi.go.id

Copyright@2017 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI